Senin, 23 Januari 2012
Winter Sonata guitar.mp3 - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh - Camira Kynd
Winter Sonata guitar.mp3 - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh - Camira Kynd: Winter Sonata guitar.mp3
Kangen
hari itu..... malam terakhir denganmu... di sebuah taman..hanya aku denganmu... lampu taman temaram sendu.. kulihat wajahmu terlihat begitu malu... lama kutatap mimik itu..aku begitu senang melewati beberapa hari denganmu. akupun menikmati setiap detiknya...namun setelah itu aku kan pergi, dan mungkin kita takkan bertemu lagi....
bagiku.... kamu wanita yg cantik,dan aku takkan sanggup menahan rindu.... maaf..!! aku tak bsa menyimpan nomor HP atau apapun darimu...
Namun.... apa kamu percaya mimpi..?? anggap saja ini sisa dari sebagian bunga tidurmu... sejenak kulihat kamu menunduk, mungkin matamu berlinang. namun bibirmu terlihat begitu indah sekali.. aku tingalkan begitu saja, bukan berarti
tak mau menciummu.. tapi karena aku tak sanggup menanggung rindu.......
pengagum setiamu
kau adalah ibarat mawar berada di bawah tanah sekaca.. waranamu menggoda dan harummu semerbak...namun.. aku hanya bsa menikmati keharumanmu semata,tanpa bsa menyentuh dan susah untuk aku raih... andai saja kamu tahu betapa aku sangat mengaggumimu.. namun nyaliku selalu ciut untuk mengungkapkan perasaan ini padamu... kau terlalu jauh dari jangkauanku... dan aku tak mungkin menarikmu kedalam pelukan cintaku...akhirnya aku hanya bisa mengaggumimu dan melukismu disetiap hening nafasku.....
pengagum setiamu....
iMaginE
Aku bukanlah bintang yang menerangi gelap malam. Dan bukanlah daun
kering yang berserak ditiup angin. Aku adalah seorang pengembara yang
sedang menyusuri dan mencari pelangi di balik kabut hitam. Yang ingin
kujumpai di hujung harapanku adalah lantera jiwa. Obor kehidupan yang
menerangi setiap langkahku, nafas seluruh hidupku
Setiap kali aku letih melangkah, aku berhenti sejenak untuk sekadar
mencium harummu.
Kucoba rentangkan kembali sayap patahku, kembali kuterbang lalu
menghilang di balik awan. Kutinggalkan tanda mata berupa titis darah
dari setiap daun pintu yang kubuka. Sebagai tanda bahawa aku -si jiwa
kesepian- pernah hadir di sini. Jiwa yang menghembuskan nafas
kerinduan. Jiwa yang menyenandungkan kebahagiaan dan nestapa cinta.
Dan kuketahui cinta telah memperlakukan aku seperti matahari yang menghidupi dan mematikan
padang-padang dengan panas teriknya. Jiwa menasihatiku dan
mengungkapkan kepadaku bahawa cinta tidak hanya menghargai orang yang
mencintai tetapi juga orang yang dicintai. Sejak saat itu, bagiku
cinta ibarat jaring labah-labah di antara dua bunga yang dekat satu
sama lain. Cinta menjadi lingkaran cahaya yang tanpa awal dan tanpa
akhir.
dalam keheningan malam aku mendambakani berada di taman, duduk di atas sebuah batu
sambil menatap cakerawala yang jauh. engkau menunjukkan padaku sudut
langit yang berwarna keemasan dan menyedarkanku akan merdunya
senandung burung-burung sebelum mereka tidur di malam hari. Dialah
kekasih khayalku yang selalu menemaniku ke manaku pergi.
dalam ketersendirian kuciptakan kekasih khayalan untuk pasangan
jiwaku. Aku tertawa untuk diriku atas kemalangan jiwaku. Apakah aku
telah kehilangan bentuk-bentuk kehidupan sehingga aku merasa lebih
baik melihat dan mendengar dalam alam impian? Di keheningan malam
yang dingin, kulepaskan jiwaku agar bisa menari-nari di awan dan kubiarkan
pula jiwaku bermandikan seribu bintang.
Kekasihku, kapan kucoba untuk mendekatimu lewat ucapan sebagai
peribadi yang utuh tetapi engkau selalu menjauh dariku dan sulit
kugapai. Tetapi apapun yang terjadi aku senang bersamamu. kerana
engkau adalah sebuah menara kekuatan! Aku tak tahu apa yang harus
kulakukan hari ini tanpa engkau. Walau aku harus mandi dalam kobaran
api, denganmu aku merasa sangat terlindung dan terjaga.
Aku kembali ke tempat peraduanku, jiwaku merintih. Aku seperti berada
di perahu yang kecill! Perahu yang mudah goyah disapu ombak dan
badai.
"Ketika aku berdiri bagaikan sebuah cermin jernih di
hadapanmu, kamu memandang ke dalam diriku dan melihat bayanganmu.
Kemudian kamu berkata: "Aku cinta kamu"
aku yakin akan menggapai kembali
saat-saat yang ganjil itu. Ingatan yang mengubah dasar perasaanku dan
membuatku sedemikian gembira meskipun kegetiran terasa dalam misteri.
Ia akan terus hidup laksana seorang tawanan cinta di seberang laut di
mana ia dikebumikan. Cinta adalah sesuatu yang dapat kuperoleh serta
tak seorang pun yang dapat melenyapkannya dariku.
Hubungan antara kau
dan aku merupakan hal paling indah dalam hidupku. Sesuatu yang paling
mengesankan yang pernah kuketahui dalam hidup dan akan selalu aku
kenang. selamanya,,,,
Pilu Hati...
Tak tau bagaimana mengukirkan perasaanku saat ini.. harus berapa lama kutahan dan kupendamkan kerinduan yg menyiksa batin ini..
sungguhpun aku mencintaimu bukan sebatas keduniaan, ingatkah kau diawal pertemuan kita?
syair syair indah itu masih terngiang merdu ditelingaku, syair syair yg mampu menciptakan linangan air mata.. menangisi dosa,,, syair syair yg begitu menyentuh kalbu.. menggerakkan hati untuk mendekatkan diri kepada Allah,....
kasih......... kau begitu istimewa.. belum pernah aku menemukan insan sepertimu.. jangan pernah kau mengira aku mencintaimu karna parasmu.. sungguh keelokanrupamu hanyalah pelengkap rasa syukur pada sang maha pencipta.. keindahan hatimu tak terkalahkan kaindahan parasmu...
kasih..... ingatkah saat kau meninggalkanku sebab alasan yg menjadi dilema besar buatmu? aku mengemiskan padamu untuk selalu dekat denganmu sebagai seorang sahabat, yg bisa mencurahkan kasih sayangku tanpa rasa ingin memiliki... aku ingin selalu dekat dengan orang yg dekat dengan sang penciptanya.. yg aku kasihi... kasih.... ingatkah kau saat kau memintaku untuk kembali mengisi ruang hatimu? kembali menyayangimu seperti dulu... aku merasa seakan aku sedang bermimpi, kasih.. setiap kenangan yg kita lalui memperdalam rasa sayang ini terhadapmu, perlahan aku merindukan sesuatu, setiap hari aku mendengar suaramu.. setiap hari aku merasakan hembusan kasihmu.. namun ada sesuatu yg perlahan lahan hilang darimu..........
syair syair indah itu....... ach... aku amat merindukannya.... sudah lama kau tak mengumandangkannya... syair yg begitu menyejukkan jiwa, yang tlah melekatkan sehelai kain dikepalaku.. yg tlah merubah jalan hidupku... kasih... aku merindukannya....
waktu terus berjalan.. haripun silih berganti... dan syair itu semakin sirna... seolah aku mengenal pribadi yg berbeda,..
dimanakah insan yg aku kagumi selama ini.... dimanakah hamba Allah yg aku banggakan selama ini..??
kasih... kemana perginya keindahanmu.. sungguh aku merasa kau bukan yg kukenal dahulu... dan kehangatan itu memudar, kita sering bersitegang, ach.. aku putuskan untuk tidak mengganggu ketenangan hidupmu.. kasih..... maafkan jika selama kebersamaan kita aku banyak membebanimu.. aku merindukanmu... sungguh, aku tak kuasa menahan gejolak jiwa, namun akupun tak kuasa untuk menghubungimu.. aku yg buat keputusan ini, ach..... seandainya engkau masih yg dulu... aku pasti takkan berfikir panjang untuk menyapamu kembali... aku pasti takkan merasa malu meski harus mengemis belas kasihanmu.. aku takkan merasa hina untuk memohon keikhlasanmu menjadi sahabatku lagi.. seperti sebelum kita kembali menguntai kasih... namun acap kali kuurun gkan niatku, karna kau takkan mengobati kerinduanku.... merendahkan harga diriku kan membuat hati ini kian perih., kan membuat bathin ini kian tersiksa... karna aku takkan menemukan malaikat hatiku.,. karna aku takkan mendengar syair indah itu.... lantas apa yg tersisa dihatiku..?? sebatas rasa cinta terhadap keduniaan? sebatas rasa cinta terhadap kaum Adam?? karna yg membawaku mencintainya karna Allah kian lama kian sirna... pantaskah aku sebagai hamba Allah..?? aku tidak mau dia menjadi berhala dalam hatiku., aku harus tegaskan pada hatiku bahwa aku mencintainya karna Allah.. karna dialah yg membukakan kesadaranku.... aku tak mau syetan menguasai jiwaku.. aku sendiri tidak tau apa yg terjadi padanya hingga dia banyak berubah........aku hanya mampu berdo'a smoga Allah menerangi jalannya.. mengembalikan ia pada ketaqwaannya.... menutupi jalan jalan maksiat dihadapannya,, dan menjauhkan syetan dari hatinya,.. aku tidak ingin seorana yg aku puja karna tingkat keimanannya termakan arus pergaulan dunia luarnya....
aku merindukannya... ..... sungguh............
setiap malam malamku hanya mampu merenungi potretnya... membayangkan saat saat indah dulu.. lalu ku tersenyum......... kulantunkan do'a untuknya.. lantas kuterlelap..........................
diujung jalan itu...
diujung jalan itu benakku bergelut tentang maya dan fana. denting kata yg terurai membuat jiwaku beku, membuat hatiku terasa semakin pilu... tentang rasa itu, kubiarkan seperti air mengalir, tanpa arah tp pasti... seperti hembusan angin yang tak berwujud tp nyata... namun akankah hadirnya seperti musim-musim yang tlah lalu... datang hanya untuk dicaci.. dihina.. diremehkan seperti daun kering yg jatuh dr sanggarnya.. seperti ranting yg patah dr dahannya lalu jatuh ketanah..?
lelah jasadku selalu meringkuk dalam lingkar ketidakpastian. fatamorgana yg kau ukir membuat angan liar ku bergejolak.. tanpa sadar aku tlah jauh terhanyut dalam bisik-bisik kelam mawarmu.
sebuah asa yg kau sisipkan dalam mimpi-mimpiku, membuatku bertahan... dalam satu purnama itu aku kan kembali untuk sebuah janji yg tlah ku beri.. sebagai bukti tentang ksetiaan ini....
sadarkah aku....?
Rasanya telah terlalu lama aku bersabar, terlalu lama.... Rasanya tak ada lagi yang ingin aku simpan untuk hanya menjadi beban, rasanya ingin ku ungkap semua rasa. Ingin ku ungkap semua perih ini, semua sakit ini, semua beban rindu ini.
Bidadari... mengertikah kamu..?
Bertarung aku sendirian melawan perasaan diriku.Mencabik tiap rasa yang tumbuh dari akar hati ini, mencabik terus-menerus hingga tak ada yang tersisa namun akar tetaplah menjejak dalam bumi...
Memohon Tuhan menghapus rasa ini agar dia kembali normal, memohon dengan sangat padahal dianya adalah fitrah setiap manusia.Aku memohon keburukan untuk sesuatu yang menjadi fitrahku!..
Kamu tidak pernah mengerti bidadari ...karena aku tak pernah mengatakannya kepadamu. Dan aku berharap rasa itu tetap terkubur rapat di dasar terdalam hatiku. Aku ingin engkau tidak pernah tahu. Aku ingin rasa itu cukup aku yang mengerti. karena Aku ingin kita tetap seperti yang dulu...
mungkin... suatu saat Nanti... jika rasa itu telah halal untuk aku ungkapkan, akan aku ceritakan hingga bagian terkecil yang bahkan engkau pun menjadi ragu, " Adakah ia di dalam diriku.....??"
Langganan:
Postingan (Atom)
PosT YouR coMMeNt
Bookmarks
Archive
-
▼
2012
(30)
- ▼ Januari 2012 (23)
- ► Maret 2012 (1)




